JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi terbarukan di Indonesia.

Program PSEL memanfaatkan teknologi yang telah memenuhi standar lingkungan untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, teknologi ini juga diharapkan mampu menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sejumlah kota di Indonesia kini mulai bersiap menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi tersebut sebagai bagian dari upaya modernisasi pengelolaan limbah dan peningkatan kualitas lingkungan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi salah satu prioritas nasional. Menurutnya, teknologi yang digunakan efektif, mengutamakan komponen dalam negeri, serta terintegrasi mulai dari tingkat rumah tangga hingga pemerintah kabupaten dan kota.

"Pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua sampai tiga tahun kita harus kendalikan sampah di seluruh Indonesia," ujar Presiden Prabowo.

Pemerintah menilai peningkatan volume sampah di berbagai kota besar harus segera diatasi melalui sistem pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan. Tanpa penanganan yang tepat, timbunan sampah berpotensi mencemari lingkungan, memperparah banjir, serta meningkatkan emisi gas rumah kaca.

 

Melalui program PSEL, pemerintah berharap persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan energi bersih, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, mandiri, dan berkelanjutan.