Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin Gerakan Tanam Padi Bersama di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian menyampaikan komitmen pemerintah untuk mengembangkan lahan pertanian seluas 100 ribu hektar sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Papua Selatan.

Menurutnya, dengan penerapan metode budidaya baru yang mampu menghasilkan hingga 10 ton gabah per hektar, nilai ekonomi kawasan tersebut diproyeksikan meningkat signifikan. Jika sebelumnya diperkirakan menghasilkan sekitar Rp1,6 triliun per tahun, pengembangan tersebut berpotensi mendorong pendapatan sektor pertanian hingga mencapai Rp13 triliun per tahun.

Amran juga menegaskan bahwa seluruh traktor, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta berbagai fasilitas yang dikirim pemerintah merupakan milik masyarakat setempat dan diprioritaskan untuk petani lokal.

Selain itu, pemerintah memastikan hasil panen petani akan diserap dengan harga yang menguntungkan. Ia menyebut harga pembelian tidak boleh di bawah Rp6.500 per kilogram, sesuai arahan Presiden, sehingga petani memiliki kepastian pasar dan pendapatan.

Program pengembangan lahan 100 ribu hektar di Merauke ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak swasembada pangan nasional sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat Papua Selatan.